Pemerintah Dorong UMKM Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Digital

ASAPENA – Pemerintah terus dorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam optimalisasi pemanfaatan teknologi digital. Pengembangan digitalisasi diproyeksikan akan berkontribusi senilai Rp 4.434 Triliun terhadap PDB di tahun 2030 atau setara dengan 16 persen dari PDB.

Daya tahan UMKM tersebut turut diperkuat dengan animo generasi muda yang tinggi untuk ikut berkecimpung dalam dunia wirausaha. Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah terus berupaya mendorong kemajuan studentpreneur melalui berbagai kebijakan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, UMKM telah menunjukkan resiliensi dalam menopang produktivitas dan stabilitas perekonomian nasional ditengah berbagai tantangan global.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga turut menjadi akselerator bagi wirausahawan dalam memperluas jangkauan usaha. Dengan demikian, talenta digital menjadi bagian yang sangat penting untuk dikuasai.

Baca Juga:  Resesi Ekonomi di Depan Mata, Begini Tiga Strategi BI

“Berbagai dukungan dilakukan Pemerintah dalam mengembangkan keterampilan digital seperti Kartu Prakerja, Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, Digital Leadership Academy dan Sea Labs Academy,” ungkap Airlangga Hartarto di Bali, seperti yang dikutip liputan6.

Terkait dengan Program Kartu Prakerja, Pemerintah telah menyalurkan insentif kepada 13 juta penerima dengan capaian 30 persen penerima Kartu Prakerja yang sebelumnya menganggur, kini telah bekerja atau berwirausaha.

Dengan berbagai program peningkatan talenta digital tersebut, diharapkan mampu mendorong digitalisasi pada sektor UMKM agar lebih optimal.

Adapun salah satu bentuk digitalisasi UMKM yang saat ini telah dilakukan Pemerintah yakni pemberdayaan dan perluasan akses pasar UMKM atau IKM Digital melalui program Bangga Buatan Indonesia (BBI), e-katalog LKPP, QRIS dan lainnya.

Baca Juga:  Dandan Warung, Pemkab Purbalingga Renovasi Warung Rumah Tangga Miskin

Selain itu insentif yang diberikan tersebut telah dimanfaatkan sebanyak 92 persen penerima untuk membeli bahan pangan dan 70 persen penerima untuk modal usaha. Apresiasi terhadap efektivitas Program Kartu Prakerja tersebut juga telah diberikan oleh berbagai lembaga internasional, diantaranya yakni UNESCO.(tgr)

Previous Article

NIB Bisa Jadi Agunan Kredit Perbankan Bagi UMKM

Next Article

Peluang Bagi UMKM, Pemerintah Lakukan Pendampingan Pengembangan Merek

Related Posts