Jadi Peluang, Industri Kulit dan Alas Kaki Tumbuh 13,12 Persen

ASAPENA – Pasar industri kulit, barang jadi kulit dan alas kaki menjadi peluang bagi para pelaku usaha. Pada kuartal kedua tahun 2022, pertumbuhan di sektor tersebut mengalami kenaikan hingga 13,12 persen.

Tingginya permintaan ekspor dan belum banyaknya produsen yang bergerak di bidang tersebut menjadi salah satu acuan positif pada pertumbuhan industri kulit, barang jadi kulit, dan alas kaki ini.

Di sisi lain, daya tarik investasi yang semakin baik, dan pengalihan order dari beberapa brand global ke Indonesia, juga menjadi salah satu faktor penunjang berkembangnya industri ini.

“Utilitas industri ini cukup meningkat jika dibandingkan sebelum pandemi dua tahun lalu. Jika utilitas sebelum pandemi menyentuh 80,18 persen, saat ini utilitas industri kulit, barang jadi kulit, dan alas kaki di Indonesia mengalami kenaikan menjadi 84,49 persen pada Juli lalu,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta.

Menperin mengatakan salah satu langkah yang rutin dijalankan adalah promosi dan pengenalan produk alas kaki, kulit, dan barang jadi kulit, khususnya di pasar domestik terus dilakukan. Diantaranya lewat penyelenggaraan Pameran Sepatu Kulit dan Fashion 2022.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo mengatakan pameran tersebut merupakan upaya yang tepat sebagai sarana pengenalan produk dan business matching industri sebagai jembatan antar sesama pelaku usaha (B2B) dan antar pelaku usaha dengan konsumen (B2C) serta sebagai sarana untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri pada sektor kulit, barang jadi kulit, dan alas kaki.

“Apalagi permintaan produk saat ini sangat meningkat jika dibandingkan awal-awal pandemi lalu,” ujarnya.

Tak hanya berpotensi di ranah domestik, produksi sepatu dalam negeri juga merambah pasar ekspor. Catatan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Asprisindo) membeberkan bahwa pertumbuhan ekspor sepatu Indonesia mencapai 28,3 persen pada 2021 dengan nilai USD 6,15 miliar. Posisi Indonesia berapa pada peringkat keenam pengekspor alas kaki di dunia.

“Tahun ini pertumbuhan ekspor terus naik. Kenaikannya sampai di atas 40 persen,” ujar Sekjen Aprisindo Lany Sulaiman.

Sementara itu, nilai ekspor kulit, barang jadi kulit, dan alas kaki sampai dengan Juni 2022 tercatat USD 4,62 miliar atau naik 41,26 persen jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya sebesar USD 3,26 miliar. (rin)

Previous Article

Permudah UMKM Mengakses Pembiayaan Permodalan dari Perbankan, Bank Indonesia Kembangkan SIAPIK

Next Article

Butuh Pemikiran Kancil dan Abu Nawas untuk Hadapi Krisis Global

Related Posts
Selengkapnya

Edukasi UMKM Go Internasional

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kini tengah berkembang pesat. Bahkan dalam perjalananya UMKM kini sudah menembus pasar internasional…