Sepeda Produksi Karangtengah Purbalingga Merambah Pasar Luar Negeri

ASAPENA – Banyak produk yang berkembang di masa pandemi beberapa tahun belakangan. Salah satunya sepeda. Sepeda pernah menjadi tren yang digandrungi banyak orang. Bahkan jauh sebelum adanya pandemi sudah banyak komunitas sepeda. Namun tren pembelian sepeda pada masa pandemi kemarin justru meningkat. Hal itulah yang dimanfaatkan sejumlah produsen untuk mengembangkan usahanya. Tak hanya di dalam negeri, tetapi juga merambah pasar luar negeri.

Salah satu produsen sepeda yang melihat peluang tersebut yakni produsen sepeda rumahan Desa Karangtengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Bahkan produknya berhasil menembus pasar luar negeri. Melalui produksi sepeda jenis Penny Farthing, yakni sepeda yang memiliki roda tinggi, khas Eropa era Abad 19, usahanya justru meningkat di masa pandemi ini.

Baca Juga:  Perkuat UMKM Indonesia Dengan Digital

Pemilik rumah produksi sepeda Ariyanto mengatakan, pesanan sepeda ini kebanyakan berasal dari Kalimantan dan Surabaya. Selain itu, juga ada pemesan dari Timur Tengah dan Singapura. “Hanya saja kami memiliki keterbatasan peralatan,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan keterbatasan peralatan tersebut, unit sepeda yang diproduski pun menjadi terbatas. Hanya bisa memproduksi 1 unit sepeda per 2 bulan, jika dikerjakan sendirian. Namun jika dikerjakan bersama satu rekannya lagi bisa selesai dalam 3 pekan per sepedanya.

Dia mengaku, keterbatasan peralatan yang dimiliki antara lain mesin roll, mesin bubut, bending dan las argon. “Bahkan untuk mengerjakan bubutan kami harus ke Sokaraja dan antre,” lanjutnya.

Terakhir, Ariyanto mengaku sudah mengerjakan sepeda Penny Farthing pesanan Walikota Kediri, Jawa Timur. Industri sepeda rumahan yang mulai merambah pasar luar negeri itu, mendapat perhatian dari Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.

Baca Juga:  Siap-siap Akhir Tahun 2022 Purbalingga Ciptakan Sepeda Motor Listrik

Pada Rabu (22/6) lalu, Bupati mengunjungi rumah produksi di Desa Karangtengah. Menurutnya, industri sepeda unik ini bisa menjadi produk unggulan Kabupaten Purbalingga dan perlu untuk dibantu.

“Ini salah satu pengrajin UMKM sepeda yang perlu mendapatkan suport dan fasilitasi dari pemerintah, karena memang hasil karyanya memang sudah menasional,” ujarnya.

Bupati juga menyerap aspirasi kebutuhan industri kecil tersebut untuk pengembangan usahanya. Bupati juga meminta kepada dinas terkait untuk membantu memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhannya. (rin)

Previous Article

Ratusan Juta Untuk UMKM Bersertifikat Halal

Next Article

Kisah Dyah, Jatuh Bangun Bisnis dari Rumah

Related Posts
Selengkapnya

UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Ekspor

ASAPENA – Produk usahanya mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur berhasil menembus pasar internasional.…