DKI Jakarta Jadi Kota Dengan Kualitas Udara Terburuk

ilustrasi polusi jakarta
ilustrasi polusi jakarta

ASAPENA.COM – DKI Jakarta menempati urutan pertama, sebagai kota dengan kualitas udara terburuk berdasarkan IQAir. Hal itu semakin dikuatkan dengan indeks kualitas udara atau air quality index (AQI US), dengan nilai 157 yang berarti masuk ke dalam kategori tidak sehat untuk kualitas udara.

DKI Jakarta bahkan menjadi juara untuk urusan udara terburuk. Menengok Shanghai, Tiongkok dengan indeks AQI dengan skor 156, dan skor 134 untuk indeks AQI di Wuhan, Tiongkok. Dibandingkan dengan dua kota tersebut, udara di Jakarta menjadi yang terburuk.

Terkait hal tersebut, Asep Kuswanto Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengatakan, kala masuk musim kemarau memang terjadi penurunan kualitas udara untuk wilayah DKI Jakarta. Untuk musim kemarau ia sebut, berlangsung dari bulan Mei sampai Agustus. Salah satu indikator penurunan kualitas udara dibuktikan dengan naiknya konsentrasi PM2.5. PM2.5 ia katakan terjadi karena rendahnya curah hujan dan juga kecepatan angin. Hal itu memicu PM2.5.
Menurutnya, untuk PM2.5 akan terakumulasi dan melayang cukup lama di udara.

Lanjut, mengacu dari hasil pemantauan konsentrasi PM2.5 menunjukkan adanya perbedaan pola saat siang dan malam hari dimana pada dini hari hingga pagi PM2.5 mengalami peningkatan. Dan saat siang sampai sore hari mengalami penurunan.

Mengacu data konsentrasi rata-rata harian PM2.5 dari Mei-awal Juni menempati level 47,33 – 49,34 ug/m3. Pihaknya mencatat dari 21 Mei sampai 7 Juni 2023 terjadi penurunan konsentrasi PM2.5 di wilayah DKI Jakarta. Penurunan tersebut masuk dalam level sedang sampai level tidak sehat.

Secara terpisah, Ardhasen Sopaheluwakan Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG mengatakan, salah satu yang menyumbang pergerakan polutan udara adalah transport angin yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kelembaban udara yang cukup tinggi juga bisa memicu timbulnya lapisan inversi tang dekat dengan permukaan. Lapisan inversi ia jelaskan, adalah lapisan udara yang ditandai adanya peningkatan suhu udara yang sejalan dengan meningkatnya ketinggian lapisan.

Udara yang tercemar bukan hanya berbahaya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga bisa mengancam kesehatan. Ada beberapa dampak negatif dari udara kotor terhadap kesehatan seperti berikut

Paparan terus-menerus terhadap udara kotor dapat menyebabkan masalah pernapasan yang serius. Partikel-partikel polutan seperti debu, asap kendaraan bermotor, dan bahan kimia berbahaya dapat merusak sistem pernapasan kita. Ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, penyempitan saluran udara, dan peningkatan risiko terjadinya penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis, dan bahkan kanker paru-paru.

Polusi udara juga berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Partikel-partikel polutan dapat masuk ke aliran darah dan merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat menyebabkan peradangan sistemik yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit kardiovaskular.

Udara kotor dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh kita. Paparan terhadap polusi udara dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru dan jaringan lainnya, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan. Bayi, anak-anak, dan orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan mereka.

Polusi udara dapat merusak paru-paru dan mengganggu fungsi pernapasan. Partikel-partikel polutan yang masuk ke paru-paru dapat menyebabkan inflamasi, penurunan kapasitas paru-paru, dan penurunan fungsi paru-paru secara keseluruhan. Jika tidak ditangani dengan serius, hal ini dapat menyebabkan masalah pernapasan kronis dan bahkan mengurangi harapan hidup.

Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara polusi udara dan kesehatan mental. Paparan terus-menerus terhadap udara kotor dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan stres. Hal ini dapat dipengaruhi oleh peradangan sistemik yang terjadi akibat polusi udara, serta dampak psikologis dari tingkat polusi yang tinggi di sekitar kita.

Dalam menghadapi dampak buruk udara kotor terhadap kesehatan, langkah-langkah pencegahan menjadi sangat penting. Mengurangi paparan terhadap polusi udara dengan menghindari area dengan kualitas udara yang buruk, menggunakan masker udara saat diperlukan, dan menjaga lingkungan tetap bersih adalah beberapa tindakan yang dapat dilakukan. Selain itu, pendekatan kolektif seperti meningkatkan kesadaran akan polusi udara dan mendukung kebijakan lingkungan yang berkelanjutan juga penting untuk melindungi kesehatan kita dan generasi mendatang.

Udara kotor memiliki dampak serius bagi kesehatan kita. Penting bagi kita semua untuk memahami ancaman polusi udara dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi diri kita sendiri dan orang-orang terdekat. Kita perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat agar kita dapat menikmati hidup yang berkualitas dan bebas dari risiko kesehatan yang disebabkan oleh udara kotor.

Related Posts