Berikut Rincian Modal untuk Menjalankan Usaha Cucian Motor

ASAPENA – Usaha jasa pencucian motor termasuk jenis bisnis yang tidak merlukan skill atau keahlian khusus.

Untuk menjalankan usaha cuci motor sama seperti memulai usaha lainnya membutuhkan biaya modal usaha. Dimana harus membeli berbagai peralatan dan perlengkapan usaha steam motor.

Sekarang yang menjadi pertanyaan berapa detail modal usaha yang dibutuhkan dalam membuka usaha cuci motor sampai siap buka? Hal ini sebagai persiapan awal gambaran kasar perencanaan dalam memulai usaha cuci motor kelak.

Dalam pemilihan lokasi usaha cuci motor, pelaku usaha memanfaatkan lahan kosong di depan rumah atau garasi menjadi tempat usaha cuci motor.

Namun apabila lokasi rumah pelaku usaha dinilai kurang strategis, maka bisa mempertimbangkan untuk menyewa tempat yang dinilai strategis.

Hal ini tentunya akan membuat biaya operasional dan modal awal menjadi lebih besar dibandunh jika membuka usaha di tempat sendiri. Namun apabila mempertimbangkan keuntungan yang akan didapat dari lokasi yang strategis, maka hal tersebut patut untuk dijalankan.

Baca Juga:  Bupati Banyumas: Pelaku Usaha Harus Jeli Melihat Peluang

Dalam menjalankan usaha dibidang jasa, hal penting yang harus diperhatikan adalah memberikan pelayanan yang terbaik.

Misalnya saja pelayanan yang ramah dan tentunya selalu memberikan senyuman merupakan salah satu cara yang dapat menarik minat pelanggan. Pelayanan seperti itu termasuk salah satu pelayan yang masih sepele.

Untuk pelayanan pencucian motor, pelaku usaha harus bisa memberikan hasil pencucian dengan hasil yang bersih serta mengelap hingga sempurna dan tentunya waktu mencuci motor juga jangan terlalu lama. Jika banyak pelanggan yang ingin mencucikan motornya tentunya banyak pelanggan yang menunggu antrian.

Agar membuat pelanggan merasa nyaman sediakan tempat menunggu yang bersih. Selain itu bisa juga memberikan vasilitas tambahan seperti tv dan buku majalah atau koran.

Berikut ini rincian modal usaha cuci motor hingga beroperasi :

Baca Juga:  Fitur TikTok “Follow Me", Bisa Jadi Andalan UMKM Tingkatkan Pemasaran

– Renovasi Tempat : Rp.3.000.000
– Kompressor (bensin) : Rp2.500.000
– Selang dan Nozzle : Rp250.000
– Peralatan cuci motor (lap/kanebo, ember, kuas, sikat) X 2 : Rp350.000
– Banner atau spanduk : Rp300.000
– Kursi tunggu 4 buah : Rp400.000

Berdasarkan asumsi perhitungan tersebut, maka modal awal yang dibutuhkan untuk membuat usaha cucian motor adalah seniilai Rp6.800.000

Apabila pelaku usaha menerapkan tarif sebesar Rp10.000 untuk tiap motor yang dicuci, maka berikut asumsi perhitungan laba kotor yang akan didapatkan dengan target 25 motor perhari, dengan waktu kerja selama 26 hari perbulan :

Target 25 Motor/hari
25 motor x 26 hari = 650 motor/bln
650 motor x Rp10.000 = Rp6.500.000/bln

Bisa diasumsikan laba kotor yang akan diterima dalam satu bulan adalah Rp6.500.000

Untuk mendukung target yang ditentukan, diperlukan pula biaya operasional untuk menjalankan usaha cucian motor. Adapun asumsi operasional bulanan yang dikeluarkan adalah sebagai berikut.

Baca Juga:  Jokowi: Segera ke Bank, Dana KUR Rp185 Triliun untuk UMKM Belum Tersalurkan

Sewa Tempat : Rp2.000.000/bln
Listrik Rp300.000/bln
Air Rp300.000/bln
Shampo Motor : Rp25.000 x 26 hari = Rp650.000
Semir Ban : Rp20.000,00 x 26hari = Rp 520.000
Total : Rp3.770.000

Dari hasil perhitungan tersebut diatas, maka bisa disimpulkan bahwa keuntungan bersih dari usaha cucian motor adalah Laba Kotor – Operasional yaitu :

Rp6500.000 – Rp3.770.000 = Rp2.730.000

Maka keuntungan bersih per bulan yang bisa didapatkan dari hasil usaha cucian motor dengan skema diatas adalah Rp2.730.000.

Tentu saja harga peralatan dan perlengkapan diatas bukan meruoakan harga baku. Karena bisa jadi mengalami penyesuaian harga. Namun setidaknya demikian perkiraan modal dan keuntungan dari yang menjalankan usaha cucian motor.

Jangan lupa pula untuk menginvestasikan sebagian keuntungan untuk mengembangkan usaha itu sendiri. Baik dari pelayanan maupun fasilitas yang akan memuaskan pelanggan. (ara)

Previous Article

Strategi Bangun UMKM Produk Lokal Kualitas Global

Next Article

Menteri Teten: Adaptasi Jadi Kunci UMKM Menuju Transformasi Digital

Related Posts