Butuh Pemikiran Kancil dan Abu Nawas untuk Hadapi Krisis Global

ASAPENA – Di tengah serangkaian krisis yang mempengaruhi perekonomian Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para ekonom untuk tidak terlalu berfokus pada hal makro atau mikro saja. Melainkan kedua hal tersebut harus dipikirkan secara bersamaan. Tentunya dengan memperhatikan instrumen fiskal dan moneter.

Jokowi juga meminta para ekonom Indonesia untuk berpikir “abnormal” alias tidak biasa dalam menghadapi krisis global, terutama untuk menghadapi ketidakpastian pasca pandemi mendatang.

“Perlu pemikiran yang Abu Nawas untuk ke depannya,” kata Jokowi.

Dia meyakini akan ada perubahan lanskap politik dan ekonomi di masa mendatang sehingga diperlukan pengambilan kebijakan yang berbeda dari biasanya.

“Jangan menggunakan pakem-pakem yang biasa-biasa saja, jangan menggunakan sesuatu yang standar, karena ini keadaannya tidak normal, sangat tidak normal,” katanya.

“Selain pemikiran yang Abu Nawas, pemikiran yang seperti kancil juga diperlukan, yang agak melompat-lompat. Tapi memang, memang harus seperti itu,” imbuh Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi juga melaporkan kondisi perekonomian Indonesia yang masih tumbuh positif di tengah ketidakstabilan kondisi global. Menurutnya, hal itu bisa terjadi lantaran berkat keputusannya menolak lockdown saat pandemi Covid-19 terjadi.

“Beruntungnya saat itu Indonesia tidak lockdown. Saya enggak bisa membayangkan kalau saat itu kita lockdown, mungkin kita bisa masuk ke minus lebih dari 17 persen,” ujarnya.

Selain itu, Presiden juga menjelaskan bahwa pandemi memberikan pelajaran bagi pemerintah pentingnya konsolidasi dari semua pihak untuk menghadapi berbagai permasalahan.

Konsolidasi tersebut penting diterapkan mulai dari pemerintah pusat, provinsi, daerah, organisasi masyarakat, TNI, Polri, hingga masyarakat.

“Konsolidasi seperti itulah yang harus kita teruskan dalam menghadapi pascapandemi karena perang, karena adanya krisis energi, karena adanya krisis pangan, adanya krisis finansial. Yang paling penting kita bisa mengkonsolidasi dari atas sampai ke bawah,” ujarnya.

Jokowi menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta bahu-membahu bersama pemerintah untuk membangun negara Indonesia ke arah yang lebih baik. “Yang paling penting menurut saya, jaga persatuan, jaga kesatuan kita, bahu membahu untuk negara ini,” pungkasnya. (rin)

Previous Article

Jadi Peluang, Industri Kulit dan Alas Kaki Tumbuh 13,12 Persen

Next Article

Kenali Kewajiban Jenis UMKM Dalam Membayar Pajak, Ada yang Bebas Pajak Lho

Related Posts
Selengkapnya

MUI: Vaksinasi Bisa Dilakukan di Masjid

ASAPENA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang hukum vaksinasi Covid-19 pada saat berpuasa. MUI menyatakan, vaksinasi…