Sempat Melejit, Uang Kripto Terjun Bebas, Bitcoin Masih Mending

ASAPENA – Pekan ini pasar kripto terus mengalami penurunan. Ya, hingga Kamis (20/5/2021) siang, sejumlah mata uang kripto terus bertumbangan. Tren pelemahan mata uang kripto ini sebenarnya sudah terbentuk sejak akhir pekan lalu, namun bukannya membaik, pekan ini justru semakin babak belur.

Data dari Investing, sejumlah mata uang kripto mengalami pelemahan nilai yang cukup tinggi. Yakni di kisaran 10-40 persenan. Padahal pasar kripto pernah mengalami rekor tertinggi pada pertengahan April 2021 lalu. Namun nyatanya, sejauh ini penurunan nilai mata uang kripto merosot tajam, hingga mencapai 50 persen dari rekor tertinggi yang pernah ditorehkan.

Turunnya harga uang kripto pekan ini sebagai imbas kebijakan Pemerintah China yang melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech untuk melayani transaksi uang kripto. Termasuk tidak boleh menyediakan layanan simpanan, trust atau penjaminan cryptocurrency, atau mengeluarkan produk keuangan yang terkait dengan cryptocurrency.

Baca Juga:  Lima Hari Digelar, Transaksi di Event Ekonomi Halal Tembus Rp 27,6 Triliun

Tindakan terbaru ini melengkapi kebijakan sebelumnya di mana China melarang penawaran koin perdana (Initial Coin Offering/ICO) dan menutup platform jual-beli cryptocurrency.

Sebelumnya, komentar dari CEO Tesla, Elon Musk, juga memicu pelemahan uang kripto. Dimana Elon menangguhkan Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk membeli mobil Tesla, dikarenakan adanya dampak lingkungan yang serius seiring masifnya proses penambangan Bitcoin.

Di sinilah komputer bertenaga tinggi digunakan untuk memecahkan algoritma matematika yang kompleks untuk menambah jumlah Bitcoin yang beredar di pasar dan memungkinkan untuk transaksi menggunakan bitcoin.

Ironisnya, pengumuman dibatalkannya pembayaran dengan Bitcoin datang hanya tiga bulan setelah Tesla mengungkapkan bahwa mereka membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar dan akan mulai menerima bitcoin sebagai imbalan atas produknya.

Baca Juga:  Google Maps Beri Kemudahan Pengguna, Pilih Rute Ramah Lingkungan Atau Rute Hemat Bahan Bakar

Di sisi lain, aksi jual secara massif masih terjadi di pasar kripto sejak Kamis (20/5/2021) pagi setelah adanya kebijakan keras China terhadap mata uang digital.

Terkait penurunan mata uang kripto tengah pekan ini, harga Bitcoin masih lebih baik jika dibandingkan mata uang kripto lainnya. Harga Bitcoin melemah 9,36% ke level US$ 37.018,10 atau setara dengan Rp 528.648.170.

Sementara uang kripto lainnya menunjukkan pelemahan yang signifikan. Seperti Ethereum yang merosot hingga 26,76% ke US$ 2.341,37 atau Rp 33.440.617. Lalu Litecoin turun hingga 35,29% ke US$ 180,03 atau Rp 2.569.807. Penurunan juga dialami uang kripto lainnya seperti Chainlink, Ripple, Cardano hingga Dogecoin. (rin)

Berikut Nilai Tukar Uang Kripto per Kamis (20/5/21)

Uang Kripto | Dolar AS | Rupiah | Perubahan
Bitcoin | US$ 37.018,10 | Rp 528.648.170 | -9,36%
Ethereum | US$ 2.341,37 | Rp 33.440.617 | -26,76%
Litecoin | US$ 180,03 | Rp 2.569.807 | -35,29%
Chainlink | US$ 24,90 | Rp 355.634 | -37,9%
Ripple | US$ 1,02 | Rp 14.554 | -32,64%
Cardano | US$ 1,48 | Rp 21.105 | -21,79%
Dogecoin | US$ 0,32 | Rp 4.521 | -28,57%

Baca Juga:  Bitcoin Catat Rekor Baru, Tembus USD 62.741 per 1 BTC!
Previous Article

Mau Daftar CPNS? Jangan Salah Pilih, Berikut Formasi Paling Banyak Dibuka Tahun Ini

Next Article

Israel - Palestina Sepakat Gencatan Senjata, PBB Desak Dua Negara Segera Berdialog

Related Posts
Selengkapnya

Perkuat UMKM Indonesia Dengan Digital

ASAPENA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus didorong untuk perkembangan teknologi digital yang semakin…