CFD Perdana di Purbalingga Selama Pandemi, UMKM Raih Omzet Total Rp 17 Juta

ASAPENA – Momen Car Free Day (CFD) menjadi salah satu hal yang dirindukan masyarakat. Terlebih setelah dua tahun terakhir sejumlah kegiatan yang mendatangkan kerumunan dibatasi oleh pemerintah.

Adanya CFD juga menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM. Tak terkecuali UMKM yang ada di Kabupaten Purbalingga. Seperti yang terjadi pada momen CFD Kabupaten Purbalingga, Minggu (28/8) lalu.

Tak tanggung-tanggung, omzet yang diraup para pelaku UMKM yang dipusatkan di Kya Kya Mayong tersebut mencapai Rp 17 juta. Ada sekitar 87 pelaku UMKM yang ikut andil dalam CFD Purbalingga kemarin. Artinya, rata-rata transaksi UMKM dengan pembeli mencapai Rp 200.000. Jumlah itu terbilang besar, mengingat CFD hanya berlangsung sekitar 4-5 jam.

“Per UMKM sebenarnya mendapat sekitar Rp 150 ribu-Rp 400 ribu. Namun jika di rata-rata mencapai Rp 200 ribu, maka sudah Rp 17 juta lebih. Padahal waktunya kurang dari 5 jam,” kata Plt Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga, Adi Purwanto.

Dengan angka tersebut, perputaran uang dalam CFD tersebut bisa dibilang cukup besar. Sehingga harapan para pelaku UMKM di Kabupaten Purbalingga, agar pemerintah tetap mempertahankan kegiatan CFD tersebut.

“Kami berharap kepada bupati agar CFD bisa jadi agenda rutin. Sebulan sekali atau dua minggu sekali. Atau seminggu sekali dengan lokasi yang berbeda-beda. Ini sangat membantu UMKM untuk kembali menggeliat dan bangkit setelah terkena dampak pandemi Covid-19,” kata perwakilan pelaku UMKM, Sugeng Nuryoto dan beberapa rekan lainnya.

Seperti diketahui, sejak pandemi Covid-19 datang, sektor UMKM di Kabupaten Purbalingga seperti mati suri. Berbagai kegiatan ditiadakan, sehingga omzet penjualan UMKM menurun drastis.

Setelah pandemi mereda, Pemkab Purbalingga memulai kembali sejumlah kegiatan, diantaranya CFD. “Di CFD hari ini dagangan kami diserbu pengunjung. Semoga ini bisa terus berlanjut,” lanjut Sugeng.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM mengatakan, pelaksanaan CFD merupakan salah satu momentum untuk membangkitkan kembali sektor UMKM. Mengenai usulan agar CFD menjadi agenda rutin, pihaknya akan menindaklanjutinya.

“Pandemi mulai mereda. Saatnya untuk memulihkan perekonomian termasuk UMKM. Insyaallah CFD juga akan kami jadikan agenda rutin dengan melibatkan pelaku UMKM,” katanya. (rin)

Previous Article

Bupati Banyumas: Pelaku Usaha Harus Jeli Melihat Peluang

Next Article

Kapan BLT UMKM Rp600.000 Dicairkan? Ini Kata Sri Mulyani, dan Syarat Dapatkannya

Related Posts